Dsyoghi's Blog

Just another WordPress.com weblog

Oktober 23, 2010

Filed under: Uncategorized — dsyoghi @ 4:20 pm

Dawam Suprayogi

Buat Lencana Anda

 

Aliran Darah Kecebong Mei 11, 2010

Filed under: Biologi — dsyoghi @ 2:56 pm

I.       Judul : Aliran Darah Kecebong

II.      Hari / Tanggal : Sabtu, 17 April 2010

III.    Tujuan : Memahami sistem peredaran darah pada katak sehingga dapat dibedakan antara pembuluh darah arteri, vena, dan kapiler berdasarkan kecepatan aliran darahnya.

IV.    Kajian Pustaka

Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Amfibia bertelur di air, atau menyimpan telurnya di tempat yang lembab dan basah. Ketika menetas, larvanya yang dinamai berudu hidup di air atau tempat basah tersebut dan bernapas dengan insang. Setelah beberapa lama, berudu kemudian berubah bentuk (bermetamorfosa) menjadi hewan dewasa, yang umumnya hidup di daratan atau di tempat-tempat yang lebih kering dan bernapas dengan paru-paru.

Amfibia mempunyai ciri-ciri:

vTubuh diselubungi kulit yang berlendir.

vMerupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm).

vMempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan yaitu dua serambi dan satu bilik.

vMempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yang terdapat di antara jari-jari kakinya dan berfungsi untuk melompat dan berenang.

vMatanya mempunyai selaput tambahan yang disebut membran niktitans yang sangat berfungsi waktu menyelam.

vPernapasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernapasannya berupa paru-paru dan kulit dan hidungnya mempunyai katup yang mencegah air masuk ke dalam rongga mulut ketika menyelam.

vBerkembang biak dengan cara melepaskan telurnya dan dibuahi oleh yang jantan di luar tubuh induknya (pembuahan eksternal). (anonim a . 2010).

Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung. Fungsi ini bertolak belakang dengan fungsi pembuluh balik yang membawa darah menuju jantung.

Lapisan terluar arteri disebut tunika adventitia yang tersusun dari jaringan penyambung. Di lapisan selanjutnya terdapat tunika media  yang tersusun atas otot polos dan jaringan elastis. Lapisan terdalam adalah tunika intima yang tersusun atas sel endothelial. Darah mengalir di dalam pada lumen.

Beberapa jenis pembuluh nadi (arteri) adalah:

a. Arteri pulmonaris

Pembuluh ini membawa darah yang telah dideoksigenasi yang baru saja dialirkan dari paru-paru.

b. Arteri sistemik

Arteri sistemik membawa darah menuju arteriol dan kemudian ke pembuluh kapiler, di mana zat nutrisi dan gas ditukarkan.

c. Aorta

Aorta adalah pembuluh nadi terbesar dalam tubuh yang keluar dari ventrikel jantung dan membawa banyak oksigen.

d. Arteriol

Arteriol adalah pembuluh nadi terkecil yang berhubungan dengan pembuluh kapiler.

e. Pembuluh kapiler

Pembuluh ini bukan pembuluh nadi sesungguhnya. Di sinilah terjadinya pertukaran zat yang menjadi fungsi utama sistem sirkulasi. Pembuluh kapiler adalah pembuluh yang menghubungkan cabang-cabang pembuluh nadi dan cabang-cabang pembuluh balik yang terkecil dengan sel-sel tubuh. Pembuluh nadi dan pembuluh balik itu bercabang-cabang, dan ukuran cabang-cabang pembuluh itu semakin jauh dari jantung semakin kecil. Pembuluh kapiler sangat halus dan berdinding tipis. (anonim b . 2010).

Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya katup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes.

Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah balik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis. (anonim c . 2010).

Pembuluh darah kapiler (dari bahasa Latin capillaris) ialah pembuluh darah terkecil di tubuh, berdiameter  5-10 μm, yang menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia sampah antara darah dan jaringan  di sekitarnya.

Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya perfusi jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke jantung.

Dinding kapiler adalah endotel selapis tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen, air, protein, dan lemak dapat mengalir melewatinya dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik dan hidrostatik. (anonim. 2009).

Berudu atau kecebong adalah tahap pra-dewasa (larva) dalam daur hidup amfibia. Berudu eksklusif hidup di air dan berespirasi  menggunakan insang, seperti ikan. Tahap akuatik (hidup di perairan) inilah yang membuat amfibia memperoleh namanya (amphibia = “hidup [pada tempat] berbeda-beda”).

Kebanyakan berudu herbivora, memakan alga dan bagian-bagian tumbuhan. Beberapa spesies merupakan omnivora (pemakan segala). (anonim d . 2010).

Sistem peredaran darah katak berupa sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda. Pada sistem peredaran darah ganda, darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran. Pertama, darah dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali ke jantung. Kedua, darah dari seluruh tubuh menuju ke jantung dan diedarkan kembali ke seluruh tubuh.

Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel. Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium.

Darah yang miskin oksigen dari berbagai jaringan dan organ-organ tubuh mengalir ke sinus venosus menuju atrium kanan. Darah dari atrium kanan mengalir ke ventrikel, kemudian menuju ke arteri pulmonalis dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, dilepaskan CO2 dan O2 diikat. Dari paru-paru darah mengalir ke vena pulmonalis, kemudian menuju atrium kiri. Peredaran darah yang terjadi ini merupakan peredaran darah kecil. Selanjutnya, dari atrium kiri darah mengalir ke ventrikel. Di dalam ventrikel terjadi pencampuran darah yang mengandung O2 dengan darah yang mengandung CO2, meskipun dalam jumlah yang sedikit. Dari ventrikel, darah keluar melalui traktus arteriosus (batang nadi) ke aorta yang bercabang ke kiri dan ke kanan. Masing-masing aorta ini bercabang-cabang menjadi tiga arteri pokok, yaitu arterior (karotis) mengalirkan darah ke kepala dan ke otak, lengkung aorta mengalirkan darah ke jaringan internal dan alat dalam tubuh, dan arteri posterior mengalirkan darah ke kulit dan paru-paru.

Darah katak terdiri dari plasma darah dan sel-sel darah. Plasma darah mengandung air, protein, darah, dan garam-garam mineral. Sel-sel darah terdiri dari eritrosit (sel darah merah) dan leukosit (sel darah putih). Eritrosit pada katak memiliki inti dan mengandung hemoglobin untuk mengikat oksigen. Leukosit pada katak juga memiliki inti. Selain memiliki sistem peredaran darah, katak juga memilki sistem peredaran limfatik. Sistem peredaran limfatik berperan penting dalam pengambilan cairan tubuh ke dalam peredaran darah. (Ickey’z 2009)

Arteri adalah pembuluh dangan tekanan terbesar, sehingga memungkinkan untuk menyalurkan darah sampai ke kapiler-kapiler. Kapiler memiliki tekanan paling kecil, dan setelah keluar ke vena tekanannya lebih besar di banding kapiler. Kartolo (1993).

V. Alat dan Bahan

Alat :

Cawan Petri

Mikroskop

Bahan :

Kecebong

Air

Alkohol 70 %

VI. Prosedur Kerja

  • Dimasukkan 2-3 ekor kecebong ke dalam gelas berisi Alkohol 2%.
  • Dipindahkan 1 ekor kecebong yang telah terbius ke dalam cawan petri yang berisi sedikit air.
  • Diamati bagian ekor kecebong di bawah mikroskop.
  • Digambar dan dicatat hasil pengamatan.

VII. Hasil dan Pembahasan

Gambar Hasil pengamatan

Pembuluh darah terbagi menjadi 3 jenis:

1. Pembuluh darah arteri atau nadi

Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku.

-   Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh.

-   Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru.

2. Pembuluh darah vena atau balik

Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis.

- Pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh.

- Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh.

3. Pembuluh darah kapiler

Pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu anyaman rumit di mana setiap mili meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih sekitar 2000 kapiler darah. (anonim. 2006)

Menurut Kartolo (1993) arteri memiliki tekanan yang besar sehingga memungkinkan darah mengalir hingga kapiler. Pada pengamatan dilakukan, terlihat pembuluh darah yang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dan praktikan menyimpulkan itu adalah arteri. Terlihat juga pembuluh yang terdapat darah mengalir dengan kecepatan rendah (namun tetap lebih cepat dari pada aliran pada pembuluh kapiler), pembuluh tersebut adalah vena yang memiliki tekanan yang lebih kecil dibandingkan arteri. Sedangkan pembuluh kapiler adalah pembuluh kecil yang menghubungkan antara arteri dan vena dan memiliki kecepatan paling rendah.

VIII. Kesimpulan

  • Pembuluh yang aliran darahnya paling cepat adalah arteri.
  • Pembuluh yang aliran darahnya lambat adalah vena.
  • Pembuluh yang menghubungkan antara arteri dan vena adalah pembuluh kapiler.
  • Sistem peredaran darah katak adalah  peredaran darah ganda, yaitu darah melalui jantung dua kali dalam satu kali peredaran.
  • Jantung katak terdiri dari tiga ruang, yaitu dua atrium (atrium kanan dan atrium kiri) dan sebuah ventrikel.
  • Di antara atrium dan ventrikel terdapat klep yang mencegah agar darah di ventrikel tidak mengalir kembali ke atrium.
  • Pembuluh nadi atau arteri adalah pembuluh darah berotot yang membawa darah dari jantung.
  • Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung.

IX. Daftar Pustaka

anonim. 2006. Pembuluh Darah Arteri / Nadi, Vena / Balik dan Kapiler. http://organisasi.org/pembuluh_darah_arteri_nadi_vena_balik_dan_kapiler_ilmu_biologi diakses 30 April 2010

anonim. 2009. Pembuluh Darah Kapiler. http://id.wikipedia.org/wiki/

Pembuluh_darah_kapiler diakses 30 April 2010

anonim a. 2010. Amfibia. http://id.wikipedia.org/wiki/Amfibia

diakses 30 April 2010

anonim b. 2010. Pembuluh Nadi. http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuluh_nadi

diakses 30 April 2010

anonim c. 2010. Pembuluh Balik. http://id.wikipedia.org/wiki/Pembuluh_balik

diakses 30 April 2010

anonim d. 2010. Berudu. http://id.wikipedia.org/wiki/Berudu

diakses 30 April 2010

Ickey’z. 2009. Katak. http://riezkiy.blogspot.com/2009/06/katak.html

diakses 30 April 2010

Wulangi,kartolo.S. 1993. Prinsip-prinsip Fisiologi Hewan. Bandung: Jurusan Biologi ITB

 

Waktu koagulasi dan Waktu pendarahan

Filed under: Biologi — dsyoghi @ 2:52 pm

Judul : Waktu koagulasi dan Waktu pendarahan

Hari / Tanggal : Sabtu, 10 April 2010

Tujuan :1. Untuk menentukan lama waktu yang diperlukan darah untuk membeku.

2. Untuk mengetahui aktifitas faktor-faktor koagulasi darah.

Kajian Pustaka

Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior.

Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

Komposisi Darah

Darah terdiri dari beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

Korpuskula darah terdiri dari:

Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).

Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit menderita penyakit anemia.

Keping-keping darah atau trombosit (0,6 – 1,0%)

Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.

Sel darah putih atau leukosit (0,2%)

Leukosit bertanggungjawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk yang tetap. Orang yang kelebihan leukosit menderita penyakit leukimia, sedangkan orang yang kekurangan leukosit menderita penyakit leukopenia.

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :-

  • albumin,
  • bahan pembeku darah,
  • immunoglobin (antibodi),
  • hormon,
  • berbagai jenis protein,
  • berbagai jenis garam.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Darah)

Darah terdiri dari sel darah terdiri dari sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit), yang tersuspensi dalam plasma. Plasma merupakan komponen cairan dari darah yang mengandung fibrinogen terlarut. Setelah aktivasi oleh enzim plasmin, terbentuklah gumpalan fibrin. Sesudah gumpalan ini disingkirkan, sisa yang tertinggal disebut serum. Plasma terdiri untuk sebagian besar dari air dengan terlarut dalam zat-zat elektrolit dan beberapa protein, yakni globulin (alfa-, beta-, gamma-), albumin dan faktor pembekuan darah.

Plasma darah merupakan bagian cair darah. Cairan ini didapat dengan membuat darah tidak beku dan sel darah tersentrifugasi. Plasma terdiri dari 90% air, 7-8% protein, dan di dalam plasma terkandung pula beberapa komponen lain seperti garam-garam, karbohidrat, lipid, dan asam amino. Karena dinding kapiler permiabel bagi air dan elektrolit maka plasma darah selalu ada dalam pertukaran zat dengan cairan interstisial. Dalam waktu 1 menit sekitar 70% cairan plasma bertukaran dengan cairan interstisial. Serum darah adalah cairan bening yang memisah setelah darah dibekukan. Plasma darah berbeda dengan serum darah terutama pada serum tidak terdapat faktor pembentukan fibrinogen.

(http://otetatsuya.wordpress.com/2009/04/02/plasma-darah-penjelasan-singkat/)

Darah merupakan cairan tubuh yang terdapat dalam jantung dan pembuluh darah. Beberapa fungsi dari darah diantaranya :

v  Merupakan alat pengangkutan berbagai macam substansi.

v  Mengatur keseimbangan cairan antara darah dengan cairan jaringan.

v  Mengatur keseimbangan asam-basa ( pH ) darah.

v  Mencegah pendarahan.

v  Merupan alat pertahanan tubuh.

v  Mengatur Suhu tubuh.

Karakteristik darah umumnya darah yang terdapat didalam arteri warnanya merah muda, sedangkan darah yang terdapat didalam vena warnanya merah tua. Berat jenis darah bervariasi dari 1.054 – 1.060, sedangkan berat jenis plasma bervariasi dari 1.024 – 1.028. Viskositas darah adalah 3 sampai 5 kali vikositas air. Jumlah darah tergantung dari jenis hewan, pada manusia jumlah darah adalah 5 – 8 %.

(Wulangi, Kartolo.S.1993)

Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain sebagainya. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi punya sistem transportasi dengan darah.

Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Darah pada tubuh manusia mengandung 55% plasma darah (cairan darah) dan 45% sel-sel darah (darah padat). Jumlah darah yang ada pada tubuh kita yaitu sekitar sepertigabelas berat tubuh orang dewasa atau sekitar 4 atau 5 liter.

Fungsi Darah Pada Tubuh Manusia :

1. Alat pengangkut air dan menyebarkannya ke seluruh tubuh

2. Alat pengangkut oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh

3. Alat pengangkut sari makanan dan menyebarkannya ke seluruh tubuh

4. Alat pengangkut hasil oksidasi untuk dibuang melalui alat ekskresi

5. Alat pengangkut getah hormon dari kelenjar buntu

6. Menjaga suhu temperatur tubuh

7. Mencegah infeksi dengan sel darah putih, antibodi dan sel darah beku

8. Mengatur keseimbangan asam basa tubuh, dll.

Darah cair atau plasma darah adalah cairan darah berbentuk butiran-butiran darah. Di dalamnya terkandung benang-benang fibrin / fibrinogen yang berguna untuk menutup luka yang terbuka.

Isi Kandungan Plasma Darah Manusia :

1. Gas oksigen, nitrogen dan karbondioksida

2. Protein seperti fibrinogen, albumin dan globulin

3. Enzin

4. Antibodi

5. Hormon

6. Urea

7. Asam urat

8. Sari makanan dan mineral seperti glukosa, gliserin, asam lemak, asam amino, kolesterol, dsb.

(http://organisasi.org/definisi-pengertian-darah-plasma-darah-dan-fungsi-alat-sistem-transportasi-manusia)

Keping darah (trombosit) adalah sel anuclear (tidak mempunyai nukleus pada DNA-nya) dengan bentuk tak beraturan dengan ukuran diameter 2-3 µm yang merupakan fragmentasi dari megakariosit  (en:megakaryocyte) pendahulunya. Keping darah tersirkulasi dalam darah dan terlibat dalam mekanisme hemostasis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah (trombus). Disfungsi atau jumlah keping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan risiko trombosis. trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kesil dari eritrosit dan leukosit, dan mudah pecah bila tersentuh benda kasar. jumlah trombosit adalah 200000-300000 keping/mm³ darah. Fungsi Keping darah adalah dalam proses pembekuan darah.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Keping_darah)

Koagulasi adalah suatu proses yang rumit di dalam sistem koloid darah  yang memicu partikel koloidal terdispersi untuk memulai proses pembekuan dan membentuk trombus. Koagulasi adalah bagian penting dari hemostasis, yaitu saat penambalan dinding pembuluh darah yang rusak oleh keping darah dan faktor koagulasi (yang mengandung fibrin) untuk menghentikan pendarahan dan memulai proses perbaikan. Kelainan koagulasi dapat meningkatkan resiko pendarahan atau trombosis.

Proses koagulasi terjadi segera setelah terjadinya luka pada pembuluh darah dengan rusaknya endotelium. Langkah awal koagulasi adalah dengan pelepasan komponen fosfolipid yang disebut faktor jaringan dan fibrinogen sebagai inisiasi sebuah reaksi berantai. Segera setelah itu keping darah bereaksi membentuk penyumbat pada permukaan luka, reaksi ini disebut hemostasis awal. Hemostasis lanjutan terjadi hampir bersamaan. Protein dalam plasma darah yang disebut faktor koagulasi merespon secara berjenjang dan sangat rumit untuk membentuk jaring-jaring fibrin yang memperkuat penyumbatan keping darah.

(http://id.wikipedia.org/wiki/Koagulasi)

Trombosit adalah sel kecil yang beredar dalam darah. Setiap trombosit berukuran garis tengah kurang dari 1/10000 centimeter. Terdapat 150 – 400 miliar trombosit dalam 1 liter darah normal. Trombosit mempunyai peranan penting untuk menghentikan perdarahan dan memulai perbaikan pembuluh darah yang cedera.

Jika pembuluh darah terluka, ada empat tahap untuk membentuk bekuan darah yang normal, yaitu :

Tahap 1    :    Pembuluh darah terluka dan mulai mengalami perdarahan.

Tahap 2    :    Pembuluh darah menyempit untuk memperlambat aliran darah ke daerah yang luka.

Tahap 3    :    Trombosit melekat dan menyebar pada dinding pembuluh darah yang rusak.

Ini disebut adesi trombosit. Trombosit yang menyebar melepaskan zat yang mengaktifkan trombosit lain didekatnya sehingga akan menggumpal membentuk sumbat trombosit pada tempat yang terluka. Ini disebut agregasi trombosit.

Tahap 4    :    Permukaan trombosit yang teraktivasi menjadi permukaan tempat terjadinya pembekuan darah.

Protein pembekuan darah yang beredar dalam darah diaktifkan pada permukaan trombosit membentuk jaringan bekuan fibrin. Waktu normal yang dibutuhkan darah untuk membeku adalah sekitar 9-12 detik. Setelah itu, darah akan perlahan berhenti dan luka akan mengering.

(Guyton, 1993)

Hemostasis merupakan pristiwa penghentian perdarahan akibat putusnya atau robeknya pembuluh darah, sedangkan thrombosis terjadi ketika endothelium yang melapisi pembuluh darah rusak atau hilang. Proses ini mencakup pembekuan darah (koagulasi) dan melibatkan pembuluh darah, agregasi trombosit serta protein plasma baik yang menyebabkan pembekuan maupun yang melarutkan bekuan.

Pada hemostasis terjadi vasokonstriksi inisial pada pembuluh darah yang cedera sehingga aliran darah di sebelah distal cedera terganggu. Kemudian hemostasis dan thrombosis memiliki 3 fase yang sama:

1. Pembekuan agregat trombosit yang longgar dan sementara pada tempat luka. Trombosit akan mengikat kolagen pada tempat luka pembuluh darah dan diaktifkan oleh thrombin yang terbentuk dalam kaskade pristiwa koagulasi pada tempat yang sama, atau oleh ADP yang dilepaskan trombosit aktif lainnya. Pada pengaktifan, trombosit akan berubah bentuk dan dengan adanya fibrinogen, trombosit kemudian mengadakan agregasi terbentuk sumbat hemostatik ataupun trombos.

2. Pembentukan jarring fibrin yang terikat dengan agregat trombosit sehingga terbentuk sumbat hemostatik atau trombos yang lebih stabil.

3. Pelarutan parsial atau total agregat hemostatik atau trombos oleh plasmin.

Tipe trombos :

1.  Trombos putih tersusun dari trombosit serta fibrin dan relative kurang mengandung eritrosit (pada tempat luka atau dinding pembuluh darah yang abnormal, khususnya didaerah dengan aliran yang cepat[arteri]).

2. Trombos merah terutama terdiri atas erotrosit dan fibrin. Terbentuk pada daerah dengan perlambatan atau stasis aliran darah dengan atau tanpa cedera vascular, atau bentuk trombos ini dapat terjadi pada tempat luka atau didalam pembuluh darah yang abnormal bersama dengan sumbat trombosit yang mengawali pembentukannya.

3. Endapan fibrin yang tersebar luas dalam kapiler darah yang amat kecil.

Ada dua lintasan yang membentuk bekuan fibrin, yaitu lintasan instrinsik dan ekstrinsik. Kedua lintasan ini tidak bersifat independen walau ada perbedaan artificial yang dipertahankan.

Proses yang mengawali pembentukan bekuan fibrin sebagai respons terhadap cedera jaringan dilaksanakan oleh lintasan ekstrinsik. Lintasan intrinsic pengaktifannya berhubungan dengan suatu permukaan yang bermuatan negative. Lintasan intrinsic dan ekstrinsik menyatu dalam sebuah lintasan terkahir yang sama yang melibatkan pengaktifan protrombin menjadi thrombin dan pemecahan fibrinogen yang dikatalis thrombin untuk membentuk fibrin. Pada pristiwa diatas melibatkan macam jenis protein yaitu dapat diklasifikaskan sebagai berikut:

a. Zimogen protease yang bergantung pada serin dan diaktifkan pada proses koagulasi,

b. Kofaktor,

c. Fibrinogen,

d. Transglutaminase yang menstabilkan bekuan fibrin,

e. Protein pengatur dan sejumla protein lainnya.

(http://4uliedz.wordpress.com/2009/06/02/hemostasis-pembekuan-darah/)

Waktu Koagulasi adalah waktu darah mulai keluar hingga tampaknya benang-benang fibrin. Faktor yang diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang luka yang membebaskan trombokinase, trombin dan protrombin dan fibrin yang terbentuk dari fibrinogen. Mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut, trombosit meninggalkan pembuluh darah dan pecah maka mengeluarkan tromboplastin. Bersama-sama dengan ion Ca tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi trombin. ( evelyn, 1989 )

(http://feylana.wordpress.com/2008/06/21/darah/)

Proses koagulasi dapat di jalaskan sebagai berikut:

Luka mengeluarkan trombokinase / tromboplastin

dengan bantuan Vit. K dan ion Ca.

Protrombin      menjadi trombin

mengubah

Fibrinogen            menjadi benang-benang fibrin

Trombin adalah enzim yang mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrin ini berfungsi menjaring sel-sel darah merah menjadi gel atau menggumpal (Poedjiadi, 1994). Kisaran waktu terjadinya koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit dan umumnya akan berakhir dalam 5 menit. Gumpalan darah normal akan mengkerlit menjadi sekitar 40% dari volume semula dalam waktu 24 jam (Frandson, 1992). Koagulasi dapat dicegah dengan menambahkan antikoagulan yaitu suatu zat atau obat yang digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan darah. Atas dasar inilah antikoagulan diperlukan untuk mencegah terbentuk dan meluasnya trombus dan emboli, maupun untuk mencegah bekunya darah diluar tubuh pada pemeriksaan laboratorium atau tranfusi (Schmidt, 1997).

(http://feylana.wordpress.com/2008/06/21/darah/)


Alat dan Bahan

Waktu koagulasi

Alat :                                                              Bahan :

Stopwatch 1 buah.                                         Kapas

Jarum Francke                                                Probandus 1 orang

Kaca benda / Cover glass                               Alkohol 70 %

Lidi / tusuk gigi

Waktu Pendarahan

Alat :                                                              Bahan:

Stopwatch 1 buah.                                         Kapas

Kertas saring / kertas hisap                            Alkohol 70 %

Jarum Francke

Prosedur Kerja

A. Waktu koagulasi

  • Permukaan ujung jari ke 3 atau ke 4 dibersihkan menggunakan alkohol 70%.
  • Setelah alkohol kering, ujung jari ditusuk dengan jarum Francke sedalam 3mm.
  • Posisi ujung jari dihadapkan vertical kebawah dan dua tetes darah pertama dihapus.
  • Satu tetes berikutnya, diteteskan pada salah satu ujung kaca benda.
  • Satu tetes berikutnya, diteteskan pada sisi lain dari kaca benda.
  • Tiap 30 detik tetesan pertama diangkat atau ditarik-tarik dengan menggunakan lidi atau ujung jarum.
  • Dicatat ketika waktu pertama kali terjadi tarikan benang-benang fibrin pada lidi atau ujung jarum.
  • Setelah terjadi tarikan benang fibrin, tarik pula pada tetesan darah kedua.
  • Jika pada tetesan kedua belum terjadi benang-benang fibrin, tarikan diteruskan setiap 30 detik hingga terjadi benang-benang fibrin.
  • Waktu koagulasi ialah saat sejak pencatatan keluarnya darah pertama sampai tepat mulai terlihat benang fibrin pada tetesan kedua.

B. Waktu Pendarahan

  • Daun telinga atau ujung jari ke 3 atau ke 4 dengan menggunakan alkohol 70% dibersihkan dan dibiarkan hingga kering.
  • Tepi lateral daun telinga di tusuk sengan jarum Francke sedalam 2 mm atau jika yang dipakai ujung jari di tusuk sedalam 3 mm.
  • Dicatat waktu tepat mulai keluar tetesan darah pertama.
  • Tiap 30 detik tetesan darah yang keluar di hisap dengan menggunakan kertas hisap.
  • Dicatat waktu darah tidak dapat di hisap lagi.
  • Waktu pendarahan ialah saat mulai keluarnya tetesan pertama hingga saat darah tidak dapat dihisap lagi.

Hasil dan Pembahasan

Hasil Kelompok ( Waktu Koagulasi )

Probandus t1 t2 Ttotal
Mawan Hardianti 03 : 17 00 : 50 04 : 07

Hasil Kelompok ( Waktu Pendarahan )

Probandus Waktu pendarahan
Rts. Fuji Windiastuti 01 : 00

Hasil Kelas ( Waktu koagulasi )

Kel Probandus t1 t2 Ttotal
1 Mawan Hardianti 03 : 17 00 : 50 04 : 07
2 Marni 03 : 40 00 : 28 04 : 08
3 Heri Saputra 01 : 46 00 : 25 02 : 11
4 Andika Saputra 03 : 20 00 : 55 04 : 15
5 Deska 04 : 03 00 : 43 04 : 46
6 Susi Susanti 03 : 05 00 : 17 03 : 22
7 Mico Arisanto 02 : 52 00 : 50 03 : 42
8 Mahendra 02 : 54 01 : 03 03 : 57
9 Nidya Novianti Putri 03 : 43 00 : 20 04 : 03
10 Sri Juniati 03 : 32 00 : 44 04 : 16

Hasil Kelas ( Waktu Pendarahan )

Kel Probandus Waktu Pendarahan
1 Rts. Fuji Windiastuti 01 : 00
2 Arisandi 02 : 00
3 Dede Nur Lela Sari 01 : 30
4 Icha Retna Medisty 01 : 00
5 Hendra Marihot 02 : 00
6 Wulan Agusari 01 : 00
7 Sri Putri Jelita Warni 01 : 30
8 Letimidia 01 : 30
9 Romauli Marisa 01 : 30
10 Sri Wahyuni 01 : 30

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

Proses koagulasi terjadi segera setelah terjadinya luka pada pembuluh darah dengan rusaknya endotelium. Koagulasi adalah suatu proses yang rumit di dalam sistem koloid darah  yang memicu partikel koloidal terdispersi untuk memulai proses pembekuan dan membentuk trombus.

Waktu Koagulasi adalah waktu darah mulai keluar hingga tampaknya benang-benang fibrin.

Proses koagulasi dapat di jalaskan sebagai berikut:

Luka mengeluarkan trombokinase / tromboplastin

dengan bantuan Vit. K dan ion Ca.

Protrombin      menjadi trombin

mengubah

Fibrinogen            menjadi benang-benang fibrin

Waktu pendarahan adalah interval waktu mulai timbulnya tetes darah dari pembuluh darah yang luka sampai darah berhenti mengalir keluar dari pembuluh darah. Penghentian pembuluh darah ini disebabkan terbentuknya agregat yang menutupi celah pembuluh darah yang rusak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pendarahan suatu darah yakni besar kecilnya luka, suhu, status kesehatan, umur, besarnya tubuh dan aktivitas kadar hemoglobin dalam darah. Kisaran waktu pendarahan yang normal adalah 15 hingga 120 detik.

Pada saat praktikum di lakukan, terlihat waktu yang tertera pada tabel di atas berbeda-beda, tentunya banyak faktor yang mempengaruhinya. Secara umum, waktu koagulasi rata-rata praktikan sekitar 4 menit, dan waktu pendarahan sekitar 1,5 menit.

Kesimpulan

  • Ø Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh.
  • Ø Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh.
  • Ø Darah terdiri dari sel darah terdiri dari sel darah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit), yang tersuspensi dalam plasma.
  • Ø Waktu Koagulasi adalah waktu darah mulai keluar hingga tampaknya benang-benang fibrin.
  • Ø Waktu pendarahan adalah interval waktu mulai timbulnya tetes darah dari pembuluh darah yang luka sampai darah berhenti mengalir keluar dari pembuluh darah.
  • Ø Kisaran waktu koagulasi darah adalah 15 detik sampai 2 menit dan akhirnya akan berhenti / berkhir dalam 5 menit.
  • Ø Kisaran waktu pendarahan yang normal adalah 15 hingga 120 detik.
  • Ø Faktor yang diperlukan dalam penggumpalan darah adalah garam kalsium sel yang luka yang membebaskan trombokinase, trombin dan protrombin dan fibrin yang terbentuk dari fibrinogen. Mekanisme pembekuan darah adalah sebagai berikut, trombosit meninggalkan pembuluh darah dan pecah maka mengeluarkan tromboplastin. Bersama-sama dengan ion Ca tromboplastin mengaktifkan protrombin menjadi trombin.

Daftar Pustaka

 

Penetapan Golongan Darah

Filed under: Biologi — dsyoghi @ 2:45 pm

I.       Judul : Penetapan Golongan Darah

II.      Hari / Tanggal : Sabtu, 1 Mei 2010

III.    Tujuan : 1. Untuk mengetahui macam-macam golongan darah.

2. Untuk mengetahui adanya aglutiasi

IV.    Kajian Pustaka

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

  • Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
  • Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
  • Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
  • Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. (Anonim. 2010)

Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.

Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O.

Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi.

Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda. (Anonim. 2009)

Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.

Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh (D) yang mengakibatkan hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan. (Anonim. 2010)

Golongan darah dikelompokkan menjadi 4, yaitu; A, B, O, dan AB. Penetapan penggolongan darah didasarkan pada ada tidaknya antigen sel darah merah A dan B. Individu-individu dengan golongan darah A mempunyai antigen A yang terdapat pada sel darah merah, individu dengan golongan darah B mempunyai antigen B, dan individu dengan golongan darah O tidak mempunyai kedua antigen tersebut. Berikut adalah tabel hubungan golongan darah dan antigennya.

(Mayhoneys. 2008)

V. Alat dan Bahan

Alat :

Object Glass

Jarum Francke

Kapas

Bahan :

Darah Probandus

Alkohol 70 %

Serum Anti A dan Anti B

VI. Prosedur Kerja

  • Dibersihkan object glass.
  • Dibersihkan ujung jari probandus dengan alcohol 70 %.
  • Ditusukkan jarum francke ke ujung jari yang telah dibersihkan.
  • Diteteskan darah probandus di kedua ajung object glass.
  • Diteteskan serum anti A dan anti B pada masing-masing darah probandus.
  • Diamati hasil reaksi antara darah dan serum.
  • Dicatat dan digambar hasil pengamatan.

VII. Hasil dan Pembahasan

Tabel 1. Data Kelompok

No Probandus Golongan Darah
1. Sri Maya Sari B

Tabel 1. Data Kelas

No Probandus Golongan Darah
1. Sri Maya Sari B
2. Englia Lovita Dewi B
3. Heri Saputra B
4. Harasyil A
5 . Nursida B
6. Susi Susanti A
7. Tutik Kurniawan A
8 Ryka Novalia O
9. Romauli Marisa O
10. Sri Wahyuni B

Gambar 1. Hasil pengamatan kelompok

Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor.

Hasilnya adalah dua macam reaksi (menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B) dan satu macam tanpa reaksi (tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O). Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. (Anonim 2009)

Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut:

  • Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif.
  • Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif
  • Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif.
  • Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. (Anonim. 2010)

Setelah darah ditetesi serum maka akan terjadi beberapa kemungkinan yang akan menunjukkan golongan darah tersebut. Beberapa kemungkinan tersebut yaitu:

a.  Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah,maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A (golongan darah A)

b.  Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B (golongan darah B)

c.  Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B (golongan darah AB)

d.  Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi,maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen (golongan darah O). (Wijaya. 2009)

Pada praktikum yang dilakukan, probandus kelompok 1 memiliki golongan darah B, hal ini diketahui karena pada saat pemeriksaan darah menggumpal saat diberi serum anti B. Jika serum anti B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B (golongan darah B). (Wijaya. 2009)

VIII. Kesimpulan

  • Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah.  
  • Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh).
  • Golongan darah berdasarkan sistem ABO dapat di deteksi menggunakan serum anti A dan anti B.
  • Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah,maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A ( golongan darah A ).
  • Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B ( golongan darah B ).
  • Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B ( golongan darah AB ).
  • Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi,maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen.
  • Golongan darah berdasarkan faktor Rh dapat di deteksi menggunakan antigen Rh D.

IX. Daftar Pustaka

Anonim. 2009. Golongan Darah. http://stianie.wordpress.com/2009/12/10/ golongan-darah/ Diakses 5 Mei 2010

Anonim. 2010. Golongan Darah. http://id.wikipedia.org/wiki/Golongan_darah Diakses 6 Mei 2010

Mayhoneys. 2008. Sistem Golongan Darah ABO dan Rhesus. http://www.ittelkom .ac.id/library/index.php?view=article&catid=20%3Ainformatika&id=170%3Asistem-golongan-darah-abo-dan-rhesus&option=com_content&Itemid =15  Diakses 6 Mei 2010

Wijaya, Gede. Eka. 2009 Golongan Darah. http://ekajayaartikel.blogspot.com /2009/10/ golongan-darah.html  Diakses 6 Mei 2010

Pertanyaan Pasca Praktik

1.      Berdasarkan kelompok Anda, golongan darah apa yang anda peroleh? Mengapa demikian? Beri alasan !

Pada praktikum yang dilakukan, probandus kelompok 1 memiliki golongan darah B, hal ini diketahui karena pada saat pemeriksaan darah menggumpal saat diberi serum anti B. Karena jika serum anti B menyebabkan aglutinasi, individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B (golongan darah B).

2.      Jelaskan jenis penggolongan selain ABO!

  • Diego positif yang ditemukan hanya pada orang Asia Selatan dan pribumi Amerika.
  • Dari sistem MNS didapat golongan darah M, N dan MN. Berguna untuk tes kesuburan.
  • Duffy negatif yang ditemukan di populasi Afrika.
  • Sistem Lutherans yang mendeskripsikan satu set 21 antigen.
  • Dan sistem lainnya meliputi Colton, Kell, Kidd, Lewis, Landsteiner-Wiener, P, Yt atau Cartwright, XG, Scianna, Dombrock, Chido/ Rodgers, Kx, Gerbich, Cromer, Knops, Indian, Ok, Raph dan JMH.

3.      Apa yang akan terjadi pada resipien, apabila menerima donor darah dari pendonor yang berbeda golongan darahnya?

Transfusi darah dari golongan yang tidak cocok dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. Hemolisis adalah penguraian sel darah merah dimana hemoglobin akan terpisah dari eritrosit. Sistem pertahanan tubuh resipien (penerima donor) akan menganggap darah dari donor itu sebagai benda asing yang perlu dilawan.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.